Langsung ke konten utama

Postingan

🎍 SAPU TANGAN BEKAS KERINGAT ROSULULLOH

Suatu hari ada seseorang mengunjungi Sayyidina Anas bin Malik ra yang sedang mengusap wajahnya dengan sapu tangan.  Beliau lalu memberikannya kepada pembantunya seraya berkata: "Bersihkan sapu tangan ini..." Didepannya terdapat tungku api yang sedang menyala.  Tiba-tiba pembantu itu melemparkan sapu tangan tadi ke dalam kobaran api tersebut, padahal sapu tangan itu terbuat dari secarik kain. Sang tamu terheran-heran, lalu berkata: "Apa yang dilakukan pembantu ini,apakah ia mau membakar sapu tangan itu, tuan guru? Ternyata api tadi membakar semua kotoran yang ada disapu tangan tersebut.  Menggunakan sebuah ranting kayu, pembantu tersebut mengeluarkan sapu tangan dari kobaran api dalam keadaan bersih. Ia pun terheran-heran Sang pembantu lalu mendinginkan sapu tangan itu, lalu menyerahkannya kepada Sayyidina Anas ra.  "Kamu heran menyaksikan peristiwa ini ya? Kata Sayyidina Anas ra kepada tamunya.  "Bagaimana aku tidak terheran-heran, api itu membakar semua kotora...
Postingan terbaru

" Cinta Yang di Uji "

Saya adalah seorang mahasiswi yang sekarang duduk dibangku perkuliahan semester 5 Fakultas Agama Islam Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, saya melakukan aktifitas perkuliahan sehari-hari seperti mahasiswi pada umumnya. Dalam perkuliahan tentu ada susah senangnya. Susahnya itu disaat kita jenuh, bosan, badmood apalagi dihadapkan oleh tugas - tugas  menumpuk,  namun dibalik masalah perkuliahan itu ada juga senangnya atau bahkan menginspirasi bagi saya untuk tetap semangat dan lebih giat lagi dalam belajar. Saya terinspirasi dari salah seorang dosen yang sering kami panggil dengan sebutan Bunda.  Saya terinspirasi pada saat beliau pernah menceritakan dikelas tentang kehidupannya terutama pada bagian perjalanan pernikahannya. Ada banyak manfaat dan ilmu yang saya  petik dari kisah perjalanan pernikahan beliau salah satunya bagaimana nikmat cintanya diuji. Baik saya akan menuliskan bagaimana awal mula perjalanan pernikahan beliau dimulai dari ta'aruf sampai m...

~PIRING-PIRING PENGUNDANG SELERA UNTUK MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN SUAMI ISTRI~ {part 1}

Assalaamu'alaiykum warohmatullaahi wabarokaatuhu  dear, kali ini fgcimol akan membahas tentang piring-piring pengundang selera untuk meciptakan kebahagiaan suami dan istri. Pembahasan ini sampai memuat 4 piring ya🤗, tapi saya akan menuliskannya satu persatu aja dlu ya, tunggu pembahasan selanjutnya. 🤗  Baik part 1 (piring pertama) akan di bahas tentang: ~Piring Pertama : piring sabar dan penyayang Takaran : * 1/2 liter kesabaran dan sikap lemah lembut * 3 butir sikap lapang dada * 10 butir husnudzon (baik sangka) terhadap orang lain Cara pemakaian : * persiapkan dirimu(para istri) agar jiwamu suci dan bersih dari sifat dengki dan kebencian dan pemulihan dengan keimanan dan amal shalih.  * letakkan gelas ketakwaan didepan matamu.  * campurkanlah kebaikan dan perasaan diawasi kemudian tuangkanlah kesabaran dan sikap lemah lembut kedalam campuran tersebut.  * janganlah engkau lupa untuk meletakkan sifat memaafkan ketika engkau berkuasa dan campuran terakhir adala...

-MAHAR UNTUKMU KAUM WANITA-

Mahar itu apa sih dear?    "Mahar adalah syarat sahnya pernikahan yang diberikan dari pihak pria kepada pihak wanita sebagai bentuk penghormatan".  Allah SWT berfirman : وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۗ فَاِ نْ طِبْنَ لَـكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـئًـا مَّرِیْۤـئًـا "Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 4)   Dalam aturan islam bila seorang pria ingin menikahi seorang wanita ia harus terlebih dahulu meminta izin kepada walinya dan bersedia untuk memberikan mahar kepada wanita sebagai bentuk penghormatan.    ISLAM tidak menentukan seberapa besarnya mahar, hal ini sesuai dengan kesanggupan pihak pria dan kerelaannya, tetapi bagi seorang wanita dianjurkan untuk tidak meminta ...

-Perintah wajib mengenakan kerudung-

Allah SWT berfirman: وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَا رِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِ رْبَةِ مِنَ الرِّجَا لِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَ رْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ "Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terl...

MENGATASI PERUBAHAN PADA PASANGAN!!

Disetiap putaran waktu, pasti ada yang berubah dalam kehidupan manusia. Terkadang ketika mengikuti putaran waktu tersebut, orang - orang tercinta pun ikut berubah. Bila perubahan tersebut membuahkan suasana yang lebih menyenangkan,  mungkin kita bersyukur.  Namun, bagaimana bila perubahan itu justru membawa suasana yang tidak diharapkan?  Nach, sahabat dakwah_syakhi cara dalam mengatasi perubahan pada pasangan bisa kita lakukan dengan hal-hal berikut :  1. Cobalah untuk mengulang suasana awal pernikahan.  2. Pahamilah bahwa perubahan adalah pesan.  3. Pahamilah bahwa perubahan adalah keniscayaan,  maksudx berdaimalah dengan suasana yang kini hadir melingkupi kehidupan kita, mulailah senantiasa berkenalan dengan apapun yang hadir dalam kehidupan kita, setiap saat dan setiap waktu.  Baik sahabat dakwah itulah 3 cara dalam mengatasi perubahan pada pasangan, semoga bermanfaat.  😇 ~Jadilah suami istri yang Bijak~ @dakwah_syakhi

Rasulullah sangat menyukai kesederhanaan

قاَلَ الإمَامُ البُخاَرِي رَحِمَهُ اللهُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَأَى حُلَّةً سِيَرَاءَ عِنْدَ بَابِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ اشْتَرَيْتَ هَذِهِ فَلَبِسْتَهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلِلْوَفْدِ إِذَا قَدِمُوا عَلَيْكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا يَلْبَسُ هَذِهِ مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ فِي الْآخِرَةِ. ثُمَّ جَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا حُلَلٌ فَأَعْطَى عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْهَا حُلَّةً، فَقَالَ عُم:َرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَسَوْتَنِيهَا وَقَدْ قُلْتَ فِي حُلَّةِ عُطَارِدٍ مَا قُلْتَ. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي لَمْ أَكْسُكَهَا لِتَلْبَسَهَا. فَكَسَاهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخًا لَهُ بِمَكَّةَ مُشْرِكًا. Imam al-Bukhari ra berkata: Telah menceritakan kepada kami Abd...