Saya adalah seorang mahasiswi yang sekarang duduk dibangku perkuliahan semester 5 Fakultas Agama Islam Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, saya melakukan aktifitas perkuliahan sehari-hari seperti mahasiswi pada umumnya. Dalam perkuliahan tentu ada susah senangnya. Susahnya itu disaat kita jenuh, bosan, badmood apalagi dihadapkan oleh tugas - tugas menumpuk, namun dibalik masalah perkuliahan itu ada juga senangnya atau bahkan menginspirasi bagi saya untuk tetap semangat dan lebih giat lagi dalam belajar. Saya terinspirasi dari salah seorang dosen yang sering kami panggil dengan sebutan Bunda.
Saya terinspirasi pada saat beliau pernah menceritakan dikelas tentang kehidupannya terutama pada bagian perjalanan pernikahannya. Ada banyak manfaat dan ilmu yang saya petik dari kisah perjalanan pernikahan beliau salah satunya bagaimana nikmat cintanya diuji. Baik saya akan menuliskan bagaimana awal mula perjalanan pernikahan beliau dimulai dari ta'aruf sampai memiliki seorang anak. Semoga ini bisa menginspirasi kita semua.
Cerita awal mula perjalanan pernikahan Bunda bersama Suami, itu terjadi disaat mereka mengikuti sebuah acara di MUNAS BKPRMI (musyawarah nasional) di tahun 2003 disudiang-makassar. Awalnya mereka tidak saling mengenal karena perbedaan provinsi. Disaat Munas tersebut berlangsung, Bunda dan temannya beranjak keluar karena saat itu rapat sidang di istirahatkan untuk sementara waktu. Pada saat Bunda dan temannya berada dipintu keluar, ada dua pemuda tak dikenalnya, salah satu diantaranya memberikan sebuah kertas kepada Bunda. Bunda dan temannya merasa bingung akan hal itu. Tak lama kemudian Bunda membuka surat itu dan isinya tertulis "Nama saya Muhammad Hatta dari Sinjai (suami beliau sekarang)," plus no hpnya.
Singkat cerita Bunda bertemu dengan sosok pria yang belum dikenalnya yang bernama "Muhammad Hatta". Nnti setelah beliau menceritakan bahwa dirinyalah yang bernama "Muhammad Hatta", Bunda baru mengenalinya, ternyata selama ini Muhammad Hatta menaruh perasaan kepada Bunda.
Tibalah hari terakhir MUNAS BKPRMI, dimana peserta dari seluruh indonesia balik ke daerahnya masing-masing. Ini menandakan bahwa Bunda tidak akan bertemu lagi dengan Muhammad Hatta, meskipun demikian komunikasi mereka berlanjut di HP. Bagi Bunda mereka hanya berteman biasa, Namun Muhammad Hatta ini yang saat itu belum status suami Bunda, dirinya kekeh bahwa Bunda lah jodohnya, tetapi Bunda hanya hiraukan itu. Mengapa? Karena Bunda tidak mengenalnya, bahkan keluarganya, begitupun jarak mereka begitu jauh. Apalagi saat itu Bunda lagi menunggu lamaran pria lain, namun tak disangka-sangka penantian Bunda tak terbalaskan. Akhirnya Bunda membuka peluang kepada pria diluar sana yang siap menikahi Bunda dengan syarat rajin shalat dan tidak merokok. Maa syaa Allah entah kenapa diwaktu yang bersamaan, ada 4 pria yang melamar Bunda salah satu diantaranya suami Bunda sekarang ini yaitu Muhammad Hatta, S. Ag, MH. Bunda merasa bingung karena keempat - empatnya memiliki latarbelakang berpendidikan dan agama yang baik.
Singkat cerita pilihan jatuh kepada suami Bunda. Alasannya karena saat itu Bunda melakukan shalat istikharah dan tahajjud. Setelah melakukan shalat beberapa hari kemudian, malamnya Bunda mimpi ketemu dengan Rasulullah. Ketika terbangun dari tidur Bunda merasa senang dan bingung, apa hubungan dengan doa dan harapan saya untuk memilih calon suami saya, dengan mimpi ketemu Rasulullah? Ujar Bunda. Perlahan Bunda baru sadar, bahwa diantara nama yang berniat melamarnya hanya Kak Hatta yang memiliki nama depan "Muhammad", dan lainnya tidak ada kata "Muhammad". Saat itu Bunda berfikir, apakah ini adalah tanda atau sinyal dari Allah?. Maa syaa Allah ternyata benar, karena Allah memberikan nikmat itu, yaitu "Nikmat Cinta", yang tidak pernah Bunda rasakan sebelumnya. Bunda merasa saat itu begitu "mencintai" pria yang bernama Muhammad Hatta.
Pertemuan kedua kalinya terjadi, dengan niat prosesi lamaran. Namun saat itu suami Bunda telah menjabat sebagai anggota DPRD kota sinjai, dan masih ada amanah ke daerah lainnya, maka prosesi lamarannya dilakukan lewat via telepon. Ini sejarah baru bagi keluarga Bunda. Pertemuan ketiga kalinya adalah pertemuan yang indah dimana proses akad nikah mereka berlangsung di Malang. Nikmat cinta yang Allah berikan tidak selalu mulus selalu ada ujian drama didalamnya, ujar Bunda. Ujian pertama kalinya adalah dimana kehadiran Bunda tidak sepenuhnya diterima oleh keluarga besar suami Bunda. Khususnya dari pihak almarhum Bapak dari suami Bunda. Tapi bunda melewati itu dengan penuh kesabaran dan ikhlas.
Singkat cerita mereka semua yang pernah sinis kepada Bunda subhaanallaah...takdir indah Allah cepat terlihat, situasi mengubah semuanya, tidak sampai setahun mereka semua menyayangi Bunda, bahkan memperlakukan Bunda sangat baik. Itulah cara Allah memberikan nikmat cintanya kepada hamba-Nya. Kini Bunda dan suaminya telah memiliki 5 orang putra (Ari, Fahmi, Habib, Herul dan Azwar).
Nach teman-teman nikmat cinta itu indah dan tak akan habis, tetapi Nikmat cinta itu akan terus diuji kekuatannya oleh Sang pemilik cinta. Jika nikmat cinta diuji, apakah cintamu semakin kuat, atau semakin rapuh, dan poin penting seberapa besar pula bertambah cintamu, kepada sang pemilik cinta, yaitu Allah.
# by : Muslimah
#Dakwah_syakhi 1453
Komentar
Posting Komentar